Minggu, 01 Februari 2015

10 Hewan Katak Memiliki Racun yang paling Mematikan

10 Hewan Katak Memiliki Racun yang paling Mematikan

10 Hewan Katak Memiliki Racun yang paling Mematikan
Berikut 10 Hewan Katak Memiliki Racun yang paling Mematikan,dikutip dari Berbagai sumber:

1. Katak Anak Panah Gelap
Katak Anak Panah Gelap
Katak anak panah beracun merupakan hewan domestik dari Amerika Selatan & Amerika Tengah. Tidak seperti namanya, katak anah panah gelap memiliki warna yang menarik & indah, tetapi ini pertanda bahwa katak ini beracun.

Tidak seperti kebanyakan katak, species ini aktif pada siang hari. Disebut katak anak panah karena racun katak berwarna cerah ini digunakan oleh suku-suku setempat untuk dioleskan ke ujung anak panah mereka untuk berburu. Racun katak ini dapat membunuh. Katak ini berukuran sekitar ukuran kuku orang dewasa.

2. Katak Emas Panah Beracun
Katak Emas Panah Beracun
Sesuai namanya, katak ini memiliki warna emas yang cerah. Sama seperti katak anak panah gelap, racun katak beracun dengan warna yang menarik dan cerah ini dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar untuk berburu hewan.

Jika ada hewan yang memakannya, maka racun itu akan menyebar ke seluruh tubuhnya & ia akan merasa kesakitan. Sekalipun begitu, katak yang dapat ditemukan di Hutan Hujan Amazon, Brazil ini dapat di makan dengan mengambil racun yang berada di tubuhnya. Katak emas panah beracun panjangnya 4 cm.

3. Katak Anak Panah Amazon
Katak Anak Panah Amazon
Sesuai namanya, katak yang memiliki warna perpaduan antara biru, merah, dan kuning dengan bercak-bercak hitam ini adalah satwa beracun endemik dari Amerika Selatan. Katak beracun ini memiliki ukuran sama seperti katak anak panah gelap, yaitu sebesar kuku jari manusia dewasa bagi jantan dewasa, kemungkinan betina memiliki ukuran yang lebih kecil.

Semua katak yang beracun memiliki warna yang cerah & racunnya kebanyakan digunakan penduduk setempat untuk memburu, termasuk katak anak panah amazon.

4. Katak Biru Panah Beracun
Katak Biru Panah Beracun
Katak biru panah beracun adalah jenis katak panah yang ditemukan di hutan yang dikelilingi padang rumput, yang terdapat di bagian selatan Suriname & utara ke pusat Brazil oleh Sipaliwi. Katak biru panah beracun adalah katak berukuran menegah dengan berat sekitar 8 kg. Katak berwarna biru dengan bintik-bintik hitam ini dapat tumbuh sepanjang 3-4,5 cm & dapat hidup selama 4-6 tahun di alam liar.

Kelenjar racun katak ini terletak di kulit yang disebut "alkaloid" sebagai perlindungan diri dari predator potensial. Racun ini dapat melumpuhkan, dan kadang-kadang membunuh predator. Betina lebih besar dengan kaki yang kecil, sedangkan tubuh jantan kecil & memiliki kaki yang besar. Katak Biru Panah Beracun adalah hewan darat, yang dekat dengan sumber air, atau juga dapat disebut dengan hewan semi aquatik. Katak ini relatif agresif, baik pada species & hewan lain.

5. Katak Panah Beracun Lebah Berkepala Kuning
Katak Panah Beracun Lebah Berkepala Kuning
Dendrobates Leucomelas adalah katak anak panah dari genus Dendrobates & famili Dendrobatidae. D. Leucomelas dapat
ditemukan di bagian utara Amerika Selatan, terutama di Venezuela. Katak ini juga bisa ditemukan di bagian Guyana, Brazil & bagian timur Kolombia. Hewan amfibi ini ditemukan di tempat yang berkondisi lembab & di hutan hujan tropis, dekat dengan air segar. Selama musim kering, diperkirakan species ini diketahui berkumpul di bawah batu, atau batang pohon tumbang.

D. Leucomelas biasanya hidup di suhu rata-rata 20-an sampai 30-an derajat celcius. Katak ini sangat sensitif dengan temperatur suhu yang tinggi. Meskipun memilih tingkat kelembaban yang tinggi, spesies ini dapat menangani tingkat kelembaban yang lebih rendah jauh lebih baik daripada spesies lain dalam genus. Spesimen ini juga dapat ditemukan di pulau-pulau hutan kering musiman, & pada ketinggian 800 meter di atas permukaan laut. D. Leucomelas hidup berkelompok.

6. Aphantasmal Poison Dart Frog
Aphantasmal Poison Dart Frog
Tricolor dapat ditemukan di lereng pegunungan Andes, Ekuador. Memiliki warna hijau atau jingga cerah, racun yang kuat, & dapat tumbuh berkisar antara 1-4 cm (0,39-1,6 inci). Di penangkaran, hewan ini dapat hidup hingga berumur 10 tahun. Racun katak E. Tricolor adalah racun paling kuat dari anggota katak anak panah. Racunnya dikenal sangat mematikan. Walaupun racunnya mematikan, racun katak ini bisa dibuat sebagai obat.

7. Dendrobates T. Tinctorius
Dendrobates T. Tinctorius
Bisa dibilang katak ini merupakan perpaduan dari D. Azureus & D. Leucomelas, karena warnanya yang berpadu antara bercak hitam, biru, & kuning. Katak ini dapat tumbuh sekitar 50 mm (2 inci). Species ini dapat ditemukan di wilayah Suriname, Brazil, & Guyana.

8. Kodok Perut-Api Oriental
Kodok Perut-Api Oriental
Sesuai namanya, kodok ini memiliki warna merah seperti apa di bawah bagian tubuhnya, sedangkan bagian atasnya berwarna hijau muda agak kekuningan, & dengan bercak-bercak berwarna hitam. Kodok perut-api oriental adalah hewan semi-aquatik sepanjang 4-7,6 cm (2-3 inci) yang dapat ditemukan di Korea, Utara-Timur Cina & bagian yang berdekatan dengan wilayah di Rusia, & banyak wilayah di Beijing.

Walaupun disebut kodok, sebenarnya hewan amfibi ini adalah jenis katak. Banyak yang menyebutkan kodok karena memiliki kulit yang memiliki bentol-bentol yang biasanya umum dimiliki oleh kodok. Perutnya yang berwarna merah digunakan sebagai pertahanan diri. Saat predator mendekat, katak ini berdiri & menunjukan perutnya. Predator akan mengetahui bahwa hewan ini beracun.

Betina dapat bertelur antar 40 hingga 100 butir telur. Larva akan menetas dalam waktu antara 3 sampai 10 hari, tergantung pada suhu air. Larva akan mendapatkan kaki pada usia 6-8 minggu, & bisa mulai berkeliaran di tanah dalam waktu 12-14 minggu. Di penangkaran, katak perut-api oriental dapat hidup hingga usia sampai dengan 15 tahun.

9. Blue Yellow Spotted Frog
Blue Yellow Spotted Frog
Walaupun memiliki tubuh yang memiliki warna yang sama dengan D. Tinctorius, blue yellow spotted frog dapat dibedakan. Perbedaannya adalah di tengah warna biru & kuning, tidak ada bercak-bercak hitam, & kuningnya tidak begitu cerah. Spotted frog dapat tumbuh hingga panjang mencapai 6,4 cm (2,5 inci). Sama dengan katak anak panah yang lainnya, spotted frog adalah hewan asli dari Amerika Selatan.

10. Canetoad
Canetoad
Canetoad adalah kodok terbesar di dunia. Ukurannya dapat mencapai 38 cm (15 inci) panjangnya & beratnya dapat mencapai 2,65 kg! Canetoad dapat ditemukan di banyak wilayah di Australia yang beriklim lembab & dekat dengan air. Canetoad adalah hewan karnivora yang dapat memakan ular.

Baca Selengkapnya....... 10 Hewan Katak Memiliki Racun yang paling Mematikan http://www.lihat.co.id/#ixzz3QYJLoWid
Under Creative Commons License: Attribution
Follow us: @__BSS__ on Twitter | Lihatcoid on Facebook
Bisnis tokek memang sangat menggiurkan karena harga seekor tokek bisa melambung tinggi jika berat dan besarnya sudah mencapai angka tertentu. Dulunya memang orang menjual tokek dengan harga tinggi hanya karena kebetulan, namun kini karena sangat menguntungkan, banyak orang berminat memulai ternak tokek. Karena itulah banyak sekali yang tertarik akan cara budidaya budidaya.
Jika Anda tertarik dengan ternak tokek, tentu ada banyak hal yang harus Anda pelajari. Tentu hal ini bisa menjadi sebuah hal yang sangat menarik karena ternak tokek bisa sangat menguntungkan jika ditekuni dengan baik dan juga menggunakan cara-cara yang benar supaya hasilnya pun optimal. Berikut adalah hal-hal penting yang harus Anda ketahui tentang cara ternak tokek jika ingin memulai ternak tokek;
  • Kandang

Jika ingin memelihara tokek dengan tujuan untuk dibesarkan dan dijual, kandang adalah masalah penting yang harus diperhatikan. Setelah mendapatkan bibit  yang sesuai, maka kandang harus sudah disiapkan. Aquarium biasanya menjadi pilihan banyak peternak dengan ukuran 20-30 galon. Untuk mencegah tokek kabur bisa digunakan jala dengan mesh kecil-kecil untuk ditutupkan pada bagian atas aquarium. Kandang bisa juga dibuat dari papan lunak seperti triplek.
Untuk pengelompokannya sendiri bisa dipisah antara satu tokek dengan yang lain apalagi jika ukurannya berbeda jauh. Hal ini bertujuan untuk menyamaratakan berat tokek tersebut supaya tidak terjadi perbedaan yang terlalu mencolok. Untuk tokek betina memang bisa dikandangkan bersama, namun untuk tokek jantan dewasa sebaiknya dikandangkan sendiri karena memungkinkan terjadinya persaingan dan memicu kemungkinan saling bunuh dan rencana pembibitan anda tidak akan berhasil nantinya.
Tokek jantan dewasa sudah bisa dimasukkan kedalam kandang bersama dengan beberapa tokek betina dengan ukuran sama. Tokek betina dengan ukuran kecil sebaiknya tidak bereproduksi dulu karena akan memberikan dampak buruk pada kesehatan tokek betina tersebut.  Perhatikan juga suasana kandang dan buatlah sealami mungkin agar tokek bisa merasa seperti di habitat asalnya. Ranting dan pasir bisa sangat membantu untuk menciptakan kandang yang nyaman untuk tokek.
  • Perhatikan Suhu Kandang

Suhu pada kandang haruslah dipantau dengan baik yakni tidak lebih dari 90 derajat Fahrenheit. Jangan sekali-kali memasang lampu pijar didalam kandang karena itu akan membuat tokek stress lalu tidak mau makan dan kemudian mati. Kondisi gelap adalah yang terbaik dan jika anda ingin memberikan lampu, maka lampu berwarna merah adalah yang paling tepat karena tokek tidak bisa melihat warna merah. Ini merupakan salah satu hal penting dalam cara beternak tokek. Mempelajari teknik budidaya tokek itu sangat penting sekali karena akan menentukan hasil dari ternak anda.
  • Pemeliharaan Tokek

Salah satu hal penting yang perlu diperhatikan adalah dalam memelihara tokek tersebut. Dalam pemeliharaan, pakan adalah yang utama. Makanan yang paling disarankan adalah ulat, cacing, jangkrik, dan juga anak tikus yang usianya baru beberapa hari. Masalah minuman, air itu penting meskipun tokek pada dasarnya tidak membutuhkan air dalam jumlah banyak. Dalam seminggu, anda bisa memberikan 2 sampai tiga kali pemberian air. Jika perlu tambahkan vitamin untuk hasil yang lebih baik dalam pembesaran tokek.
Tokek seperti layaknya ular yang juga berganti kulit. Pada saat pergantian kulit, ada baiknya mengecek kelembaban kandang dan bisa menggunakan media kotak stereoform. Pergantian kulit haruslah sempurna meskipun itutokek rumah. Pastikan perkembangan tokek anda diperhatikan benar supaya tokek anda tumbuh sempurna.
S

Bagaimana Saya Menghasilkan Rp.112.197.400*<h2>
<h2>" Hanya dengan Menjual Informasi Sederhana Melalui Facebook !"<h2>

<h3>PERINGATAN:</h3> Informasi berikut akan sangat mengejutkan anda.
Saya harap segera hentikan kesibukan anda dan serius membaca,
karena hari ini adalah TITIK BALIK kehidupan anda selanjutnya!

<h1>Harga Tokek 4,2 Ons Hanya 2 Milyard ?</h1>
<h2>Harga Tokek 3,5 Ons Hanya 350 Juta !?</h2>
<h3>Harga Tokek 3,3 Ons Hanya 100 Juta !!?</h3>

<h1>Dalam 6 Bulan Target Tokek brt 1,5 Ons Mencapai Berat 4,2 Ons.</h1>

Cukup 10 Ekor Tokek Saja,
Dalam 6 Bulan Anda
Sudah Mempunyai
Uang Ratusan Juta !!!


Waktunya Anda Melihat Peluang Ini, Harga Tokek Semakin Mahal dan Itupun Barangnya Jarang Ada. Anda Ingin Dalam 6 Bulan Pasti Panen Tokek 4,2 Ons ?

Hmmm Bukan Impian Atau Andai Saja Bila Anda Mau Mengikuti Pelatihan Budidaya Pembesaran Tokek ini dan dalam waktu hanya 6 bulan anda bisa mempunyai puluhan tokek dengan berat 4,2 Ons. Dalam Workshop Ini Anda Akan Menemukan Rahasia Beternak Tokek Dengan Cepat Dan Tepat Waktu Untuk Panen.

Dan Sebaliknya Jangan Pernah Mimpi Beternak Tokek Dengan Hasil Menggiurkan Bila Anda Tidak Tahu Rahasianya. Anda Bisa Memelihara Tokek selama 10 Tahun dana hasilnya bila ditimbang berat tokek hanya Hanya 2 Ons, Karena Anda Tidak Pernah Mengikuti Workshop Bisnis Dan Beternak Tokek ini. Ada yang sudah memelihara 90 ekor selama 4 tahun dan tidak kurang dari 50 ribu per hari untuk membeli jangkrik untuk pakannya, namun setelah ditimbang berat tokek hanya 2 ons. Ada yang memelihara 200 ekor lebih, dengan tidak kurang dari 100 rb setiap hari membeli pakannya, namun setelah 2 tahun ditimbang berat tokek hanya mencapai 1,7 ons. Mengerikan, menyedihkan dan menggelikan.. Kenapa mengerikan karena biaya pakan dan perawatan cukup besar bayangkan bila 1 hari 50 rb maka 1 bln 1,5 jt dan 1 tahun 18 jt kalau 4 tahun 72 jt. Menyedihkan karena hasilnya mengecewakan, karena tokek hanya 2 ons harganya hanya 100 rb per ekor, kalau 90 ekor kali 100 rb wah hasil cuman 900 rb, padahal pengeluaran 72 jt. Menggelikan, kenapa ya menggelikan,,, karena kita di kadalin eh ditokekin, ya ya ya manusia tuh semestinya lebih pintar dari tokek,, jadi jangan sampai kita memelihara dan memberi makan ternyata diketawain sama si tokek.

<h2>Ini bukan iming-iming... Ini nyata, saya sudah buktikan, dan anda juga bisa melakukannya!</h2>

" Mungkin sebagian besar dari anda akan menganggap saya Pembual, Penipu, atau panggilan sejenisnya. Saya pastikan ke anda, semua data di atas adalah benar! Saya bukan Penipu! Anda bisa temui saya dan tanyakan secara langsung kebenaran informasi ini."

Python molurus


 

Python molurus yang kita sebut dengan ular sanca bodo atau Asiatic Rock Python termasuk salah satu binatang langka yang dilindungi undang-undang di Indonesia. Ular sanca bodo (Python molurus) dilindungi berdasarkan PP Nomor 7 Tahun 1999.
Ular sanca bodo terdiri atas dua anak jenis (subspesies) yaitu Python molurus, 
tipe jenis molurus yang dapat kita dijumpai di negara India, Bangladesh, Pakistan hingga Nepal dan Python molurus bivittatus yang hidup secara alami di Indochina termasuk Indonesia (Sumatera, Kalimantan, Jawa, Bali, Sumbawa, dan Sulawesi).


Ular sanca bodo (Python molurus) disebut juga Burmese Python, Ular sanca bodo dalam bahasa Inggris dikenal sebagai Asiatic Rock Python, Burmese Python, atau Tiger Python. Sedangkan dalam bahasa latin, ular yang banyak dijadikan peliharaan ini disebut Python molurus (Linnaeus, 1758) sebagai yang bersinonim dengan Coluber molurus (Linnaeus, 1758). Ular sanca bodo termasuk ular besar lantaran mampu mencapai panjang 9 meter, meskipun rata-rata hanya mencapai 5 meter saja. Berat tubuh Burmese Python ini mampu mencapai 160 kg.

Description


Ular sanca bodo (Python molurus) mempunyai warna dasar kulitnya coklat muda hingga coklat tua, ada pula yang kuning atau krem, dengan belang-belang hitam atau coklat tua. Corak belang pada sanca bodo berupa jaringan dengan mata jaring hampir berbentuk segi empat.

Ular sanca bodo secara alami mendiami hutan tropis basah. Ular ini senang berada ditempat yang tidak jauh dari air atau tempat lembab bahkan kadang di dekat pemukiman. Ular sanca bodo lebih suka berada di tanah dari pada bergulung di pohon, tetapi sesekall dia akan memanjat pohon untuk mendapatkan sinar matahari guna menaikkan suhu tubuhnya.

Meskipun hewan ini termasuk binatang nokturnal (beraktifitas di malam hari), namun sanca bodo juga senang berkeliaran disiang hari. Hewan yang banyak dijadikan peliharaan ini ini mematikan mangsanya dengan cara melilit tubuhnya. 

Makanan kesukaan sanca bodo antara lain tikus, luwak, kera, bajing juga hewan besar seperti babi hutan, rusa dan kijang. Selain itu mereka makan pula burung dan ayam hutan.

Seekor ular bodo betina sekali bertelur bisa mencapai 40 butir bahkan lebih. Telur-telur tersebut akan menetas setelah 60-80 hari. Panjang anak yang baru menetas tersebut  berkisar 60-70 cm.
Ular sanca bodo tersebar di India, Bangladesh, Pakistan hingga Nepal hingga ke Indonesia, Laos, Myanmar, Thailand, Vietnam, dan Malaysia. Di Indonesia, ular sanca bodo (Python molurus) dapat ditemukan di Sumatera, Kalimantan, Jawa, Sumbawa, hingga sebagian Sulawesi. Beberapa dekade terakhir, hewan melata raksasa ini juga dapat ditemukan di hutan di Florida Amerika Serikat akibat banyak para pemeliharanya yang melepaskan hewan ini begitu saja ke alam liar.

Ular sanca bodo meskipun mulai langka di Indonesia tetapi populasinya masih dianggap banyak sehingga IUCN Redlist masih melabelinya dalam status konservasi “Near Threatened” (Hampir Terancam).
Satu yang pasti, meskipun hewan melata ini banyak dipelihara sebagai hewan peliharaan namun banyak yang tidak mengetahui bahwa ular sanca bodo ini termasuk hewan yang dilindungi sebagaimana saudara dekatnya sanca timor (Python timorensis) lantaran semakin langka di alam liar.



Klasifikasi

Kerajaan : Animalia
Filum : Chordata
Sub filum : Vertebrata
Kelas : Reptilia
Ordo : Squamata
Famili : Boidae
Genus : Python
Spesies : Python molurus


Mengenal lebih dalam lagi



Molurus Bittavius/ Burmese Python

Burmese python terdapat di India, Nepal, Myanmar, Thailand, Kamboja, Laos, bagian utara, Semenanjung Malaysia, Vietnam dan ke arah timur ke Cina Selatan dan Hainan. Absen dari Kalimantan dan Sumatera, namun hadir di Jawa, Sulawesi dan pulau-pulau kecil Sunda Bali, Lombok dan Sumbawa.


Indian Rock Python:

indian rock python atau di sebut dengan Indian python terdapat di Pakistan, Nepal, India, Sri Lanka, Bhutan dan Bangladesh

Perbedaan spesies Molurus dan Molurus Bittavius ada perbedaan warna scale di bawah mata, dan bentuk moncong.




Molurus Dwarf adalah Subspesies.
Pembagian dan subspesies baru Molurus
Taksonomi dari python Burma telah cukup stabil untuk cukup banyak tahun - terdapat pertentangan validitas bentuk Pimbura dari Sri Lanka Deraniyagala,1945,yang tampaknya kebanyakan ilmuwan saat ini sepakat untuk menyatakan variasi dari typeform (molurus)

Sebuah studi baru oleh Jacobs, Auliya dan Böhme (2009),berfokus pada taksonomi bivittatus,menyimpulkan, berdasarkan perilaku dan morfologi dan fakta bahwa populasi bivittatus ditemukan terisolasi dalam distribusi molurus yang khas,tanpa bukti hibridisasi,bahwa bivittatus adalah spesies terpisah dari molurus.
Disamping itu,bentuk python Burma dari Sulawesi ditunjukkan dalam bentuk kerdil (dwarf),jarang melebihi 200 cm (2 meter),terisolasi dari bivittatus lainnya secara geografis,dan dibedakan oleh ukuran telur dan ukuran remaja,kurang dari setengah ukuran khas bivittatus. Bentuk ini digambarkan sebagai subspesies baru - Bivittatus Progschai.
Taksonomi Python Burma itu sebagai berikut:
Python bivittatus bivittatus (Kuhl, 1820)
Bangladesh, Cambodia, China, India, Indonesia, Laos, Malaysia, Myanmar, Nepal, Thailand and Vietnam
Python bivittatus progschai Jacobs, Auliya & Böhme, 2009 - Sulawesi
Python molurus (Linnaeus, 1758)
Bangladesh, Bhutan, India, Nepal, Pakistan and Sri Lanka

Berbagai macam morph Molurus

Eopard Burmese


Blonde Burmese (caramel)


Ivory Burmese



Platinum (Hypo)


Platinum DH Green & Albino


Calico Burmese



Piedbald Burmese





Python Molurus

Name: Burmese Python
Nama Latin: Python molurus bivittatus

Negara Asal:
 Asia Tenggara, IndonesiaSize: Burmese pythons bisa mencapai panjang 17 to 18 feet dan berat mencapai 200 pounds or lebih. Sangat mungkin ular ini dapat mencapai panjang 10 feet pada 18 bulan. Rekor yang tercatat adalah 26 feet
Umur : Burmese pythons dapat mencapai 25 tahun atau lebih dalam pemeliharaan yang baik.
Perhatian : Dikarenakan ukuran yang besar serta panjangnya ular ini sangat tidak dianjurkan untuk pemula. 

Pemeliharaan.

Memelihara ular ini diperluakan suatu keseriusan dan tidak jarang pula investasi yang sangat mahal. Disebabkan karena tidak adanya penanganan yang memadai ular ini akan menyebabkan kematian. Salah satu contoh adalah mengalungkan ular ini di leher. 

Penampilan

Dengan tersedianya jenis yang banyak di penangkaran, sekarang bisa diperoleh bermacam warna dan jenis. Yang paling populer adalah Albino, Hijau, labyrinth, Granit, Tiger.

Kandang

Seekor Burmese Python ukuran kecil membutuhkan tempat paling minim seukuran aquarium 20 gallon atau lebih, sampai dia mendapat tempat yang lebih besar. Di karenakan ukuran yang besar kadang harus di buat dengan ukuran minimal : Glassterior 450 atau di sesuaikan dengan ukuran Python molurus, sangat tidak disarankan menggunakan kayu yang belum finishing dikarenakan lebih mudah cepat rusak. 

Pemanas dan Penerangan

Lampu UV tidak diperlukan, untuk ular jenis ini. Pencahayaan sekitar 10 sampai dengan 12 jam bisa menggunakan lampu pijar biasa. Menggunakan lampu pijar sebagai pemanas atau keramik penghantar panas dapat juga di pakai sebagai penghangat. Pemanas dari batu santa tidak di anjurkan karena bisa overheat dan membuat ular terluka.

Alas

Indoor / Outdoor carpet model Atroturf TM dianjurkan dalam pemakaian karena mudah dibersihkan dan anti bakteri, selain itu yang paling mudah adalah koran, sangat tidak disarankan mengunakan Alas yang mgandung Cedar karena Cedar mengandung racun yang bisa membunuh ular.

Lingkungan

Dikarenakan ular ini berasal dari Hutan Tropical basah, jadi memerlukan kelembaban yang sesuai. Terlalu lembab dapat menimbulkan tumbuhnya bakteri maupun jamur demikian halnya apabila terlalu rendah kelembabannya menyebabkan terjadinya masalah dalam pergantian kulit. Di dalam kandang juga bisa disediakan air untuk menjaga kelembaban, tetapi harus di ingat bila malam harus di keluarkan dari kandang karena akan meningkatkan kelembaban..

Diet

Setelah menetas Burmese pythons bisa makan tikus dewasa ukuran kecil sebagai makanan pertama mereka, Burmese pythons dewasa memerlukan kelinci sebagai makanannya, dalam pemebrian makan tidak boleh terlalu sering karena berakibat pada obesitas. Apabila memberikan makan dengan makanan beku harus dicairkan terlebih dahulu guna mengurangi resiko terlukanya ular karena makan makan yang masih beku. Sangat tidak dianjurakan memberi makan dari bianatang liar karena mungkin masih mengandung racun yang berbahaya bagi kesehatan ular.

Perawatan dan Pembersihan

Kandang harus dibersihkan setiap hari, apa bila menggunakan indoor/outdoor carpet sangat disarankan mempunyai dua untuk dipakai bergantian, pastikan telah mencuci dan mengeringkan carpet sebelum di pakai lagi. Air yang di dalam kandang harus juga diganti setip hari guna menghindari bakteri yang mungkin masuk bersam kotoran ular. Sanagt disarankan mencuci tangan sebelum dan sesudah memegang ular.
Kadal adalah hewan bersisik berkaki empat yang termasuk kelompok reptil. Secara luas, pengertian kadal atau kerabat kadal (bahasa Inggris: lizards) juga mencakup kelompok cecak, tokek, bunglon, cecak terbang, biawak, iguana dan lain-lain. Sedangkan secara sempit, istilah kadal dalam bahasa Indonesia biasanya merujuk terbatas pada kelompok kadal yang umumnya bertubuh kecil, bersisik licin berkilau, dan hidup di atas tanah (Ingg.: skink, suku Scincidae, atau umumnya anggota infraordo Scincomorpha).
Jadi, secara umum kadal ini mencakup jenis-jenis yang bertubuh kecil seperti kadal pasir Lygosoma, sampai ke biawak Komodo (Varanus komodoensis) yang bisa mencapai panjang lebih dari 3 m. Secara ilmiah, kelompok besar ini dikenal sebagai subordo atau anak bangsa Lacertilia (=Sauria), bagian dari bangsa hewan bersisik (Squamata).
Anak bangsa Lacertilia pada umumnya memiliki empat kaki, lubang telinga luar, dan pelupuk mata yang dapat dibuka tutup. Meskipun demikian, sebagai kekecualian, ada pula anggota-anggotanya yang tidak memiliki sebagian ciri itu. Contohnya adalah ‘ular’ kaca (glass snake atau glass lizard, suku Anguidae) yang tak berkaki.

Biologi

Kadal kebun (Mabuya multifasciata) betina tengah berjemur
Selain karakter yang disebutkan di atas, sebagaimana galibnya reptil, kadal berdarah dingin (itu sebabnya kadal kerap berjemur) dan mempunyai sisik-sisik yang beraneka bentuknya yang terbangun dari zat tanduk. Terdiri tak kurang dari 40 suku, kadal memiliki pola warna, bentuk dan ukuran yang sangat beragam. Sebagian jenis mempunyai sisik-sisik yang halus berkilau, terkesan licin atau seperti berminyak, walaupun sebenarnya sisik-sisik itu amat kering karena kadal tidak memiliki pori di kulitnya untuk mengeluarkan keringat atau minyak.
Kebanyakan kadal bertelur (ovipar), meskipun ada pula yang melahirkan anak (vivipar). Juga, umumnya kadal dapat menumbuhkan kembali ekor atau bahkan tungkai yang terputus.
Beberapa spesies kadal tak berkaki, seperti ular kaca misalnya, memiliki struktur gelangan bahu dan panggul dalam tubuhnya, meski tak ada tungkainya. Meski bentuknya mirip, kadal-kadal ini bisa dibedakan dari ular sejati karena memiliki pelupuk mata yang dapat digerakkan, lubang telinga luar, dan dapat memutuskan ekornya dalam keadaan bahaya; ciri-ciri yang tak dimiliki oleh ular.
Banyak jenis kadal yang merupakan pemanjat pohon yang baik atau pelari cepat. Beberapa di antaranya bahkan dapat berlari di atas dua kaki dengan amat cepatnya, seperti halnya kadal tercepat di dunia: iguana berekor duri dari marga Ctenosaura.
Kadal-kadal tertentu, misalnya bunglon, dapat berganti warna sesuai kondisi lingkungan atau suasana hati. Meski kebanyakan hidup di daratan, umumnya kadal dapat berenang dengan baik. Beberapa jenisnya, seperti biawak, bahkan beradaptasi dengan baik di lingkungan perairan.

Habitat dan Makanan

Kebanyakan kadal tinggal di atas tanah (terestrial), sementara sebagiannya hidup menyusup di dalam tanah gembur atau pasir (fossorial). Sebagian lagi berkeliaran di atas atau di batang pohon (arboreal). Alih-alih sebagai predator penyergap, kebanyakan kadal aktif menjelajahi lingkungannya untuk memburu mangsa.
Walaupun kebanyakan jenisnya adalah binatang pemangsa (predator), namun sesungguhnya makanan kadal sangat bervariasi. Mulai dari buah-buahan dan bahan nabati lain, serangga, amfibia, reptil yang lain, mamalia kecil, bangkai, bahkan kadal besar semacam biawak Komodo juga dapat memburu mamalia besar, hingga sebesar rusa atau babi hutan.
Kadal-kadal bertubuh kecil memakan aneka serangga seperti nyamuk, lalat, ngengat dan kupu-kupu, berbagai tempayak serangga, cacing tanah, sampai kodok dan reptil yang lain yang berukuran lebih kecil. Kadal kebun (Mabuya multifasciata) kadang-kadang memangsa kodok tegalan (Fejervarya limnocharis), bahkan suka memanjat tembok yang kasar untuk menangkap cecak kayu (Hemidactylus frenatus) yang terlengah.

Kadal yang berbisa

Kadal raksasa Gila, Heloderma s. suspectum
Hingga kini dikenal dua jenis kadal yang gigitannya terbukti berbisa: yakni kadal raksasa Gila dan kadal manik-manik Meksiko. Kedua jenis kadal yang berkerabat ini hidup di baratdaya Amerika Serikat dan Meksiko utara. Meski ada banyak mitos dan legenda yang beredar menyangkut kedua makhluk tersebut, dan fakta bahwa gigitan mereka bisa menyebabkan luka yang serius, namun sejauh ini tidak ada catatan mengenai kematian yang terjadi pada manusia akibat gigitannya.
Penelitian di Australia belum lama ini[1] memperlihatkan adanya kemungkinan beberapa jenis kadal kerabat iguana dan biawak memiliki kelenjar bisa pula. Meskipun, jika dugaan ini benar, bisa ini diyakini tidak atau hanya sedikit membahayakan manusia, mengingat bahwa bisa ini dikeluarkan kadal-kadal tersebut sedikit demi sedikit melalui proses mengunyah mangsanya, dan bukan disuntikkan sekaligus dalam jumlah besar sebagaimana pada gigitan ular berbisa.
Sebelumnya diyakini bahwa pembengkakan dan iritasi yang terjadi akibat gigitan kadal-kadal itu ialah karena adanya infeksi bakteri yang menyertai gigitan. Hal ini masih benar pada kebanyakan kasus, akan tetapi penelitian di atas mengisyaratkan kemungkinan pembengkakan itu terjadi akibat masuknya bisa kadal. Lebih jauh, para ahli yang mendukung penelitian ini mengajak untuk meninjau kembali sistem klasifikasi kadal khususnya terkait dengan perkembangan kelenjar bisa pada reptil tersebut. Jika berhasil, penelitian ini dapat memperbaiki pemahaman mengenai evolusi kadal, ular dan bisanya.[1]

Kadal dan manusia

Kebanyakan kadal tidak berbahaya bagi manusia. Gigitannya, bahkan, jarang-jarang yang sampai dapat mengalirkan darah dari luka yang ditimbulkannya. Hanya jenis yang luar biasa besar, seperti biawak Komodo, yang bisa membunuh manusia dan hewan ternak. Kadal raksasa Gila dan kadal manik-manik Meksiko yang berbisa tidak selalu mematikan, meski luka yang diakibatkan oleh gigitannya dapat sangat menyakitkan. Umumnya kadal bahkan berguna bagi manusia karena mengendalikan aneka hama yang mengganggu; bernilai tinggi sebagai hewan peliharaan (pet); menghasilkan kulit untuk aneka bentuk kerajinan; dan ada pula yang dimakan.
Kadal juga penting dalam sebagian budaya dan mitologi suku-suku tradisional, misalnya di Australia dan Peru. Tidak mengherankan jika kadal kerap diterakan dalam simbol-simbol kesenian tradisional itu. [2]
Sebagian orang meyakini bahwa daging kadal dapat dipergunakan sebagai obat sakit kulit dan lain-lainnya. Kadal (biasanya kadal kebun, tokek, atau cecak) ditangkap atau dikail dengan mempergunakan umpan capung atau kupu-kupu. Setelah dibersihkan, daging kadal dibakar atau digoreng, dan dijadikan lauk makan.[3][4]
Arab Badui biasa mengkonsumsi semacam biawak herbivora yaitu dhab, dagingnya dan dianggap sebagai salah satu alternatif sumber protein dan mereka bisa menunjukkan cara untuk menyembelihnya, kulitnya yang sangat keras sering digunakan oleh mereka pula.